Minggu, 11 Oktober 2009

Mutiara Nasehat Bagikan

Ketahuilah oleh mu
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha..
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hati mu masih terasa pedih
Allah SWT sudah menghitung air mata mu..
Ketika kau fikir bahwa hidup mu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja
Allah SWT sedang menunggu bersama mu..
Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi..
Allah SWT sudah punya jawabannya..
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan
Allah SWT dapat menenangkan mu..
Ketika kau merasa sendirian dan teman-teman mu terlalu sibuk untuk menelpon
Allah SWT selalu berada di samping mu..
Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang
Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya.. dan Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidup mu kelak..
Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang namun kau tahu cinta mu tak berbalas
Allah SWT tahu apa yg ada di depan mu dan Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untuk mu..
Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan
Allah SWT dapat menyembuhkan luka mu dan membuat mu tersenyum..
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan,
Allah SWT sedang berbisik kepada mu..
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau ingin mengucap syukur
Allah SWT telah memberkahi mu..
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban
Allah SWT telah tersenyum kepada mu..
Ketika kau memiliki tujuan untuk di penuhi dan mimpi untuk di genapi
Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu..

Ingat, dimanapun kau atau akan kemanapun kau menghadap
Allah SWT tahu

Kala ruh berpisah dari jasad

Rasullullah bersabda, 'Hai Aisyah, sesungguhnya saat yang paling berat(menyedihkan) bagi jenazah adalah saat masuknya orang yang memandikan jenazah ke dalam rumahnya untuk memandikan nya.Mereka mengeluarkan cincin pemuda itu dari jari-jarinya ,melepaskan pakaian pengantin dari badannya dan melepas para sorban para syekh daab fuqaha' (ahli fiqih ) dari kepalanya untuk memandikannya.Ketika itu ruhnya memanggil (berseru ) saat melihat jasadnya telanjang dngn suara yang dapat diidengar oleh seluruh makluk kecuali jin dan manusia.'

Jenazah itu akan berkata 'Hai orang orang yang memandikan!Demi Allah aku memohon padamu agar engkau mencopot pakaian ku dngn pelan2 karena sesungguhnya saat ini aku sedang istirahat dari sakitnya pencabutan Malaikat Maut'

Dan,kata rasul, ketika air dituangkan kpd nya dia menjerit dan berseru lagi 'Hai orang yng memandikan !Demi Allah ,jangan engkau tuangkan air panas,jangan dngn air dingin ,sesungguhnya jasadku telah terbakar sebab dicabut nya nyawaku'/

DAN KETIKA DImandikan ,lanjut rasul dia akan menseru lagi dengan kencang 'Demi Allah ,hai orang yang memandikan ,jangan lah engkau pegang diriku terlalu kuat padahal sesunguh nya jasadku terluka akibat keluarnya nyawa dari jasadku.
Ketika selesai memandikan dan diletakkan nya pada kain kafan dan diikat dibawah kakinya,ruh itu berseru 'DEMI Allah ,hai orang yang memandikan jangan engkau ikat erat erat kafan diatas kepalaku agar terlihat wajah keluargaku ,anak anakku,dan kerabat kerabatku karena saat ini adalah yng trakhir aku melihat mereka, hari ini aku akan berpisah dengan mereka dan aku tidak bisa melihat mereka lagi sampai hari kiamat.

Ketika mayit akan dikeluarkan dari rumah,maka ruh tersebut berseru dengan lantang ' Demi Allah ,hai jamaah pengantarku jangan tergesa gesa membawaku sehingga aku berpamitan dengan rumah ku,keluargaku,kerabatku dan hartaku"

Kemudian orang yng sudah meninggal itu kan berseru lagi 'Demi Allah ,hai jamahku,aku tinggalkan istriku menjadi janda,dan aku tinggalkan anak ku menjadi yatim maka jangan lah kalian menyakitinya,karena hari ini aku keluar dari rumahku dan tidak akan kembali selamanya'.

Ketika mayit diletakkan didalam kerenda,ruh yang sudah terlepas dari jasadnya berkata 'Demi Allah ,hai jamaah pengantarku jangan tergesa gesa membawaku hingga aku mendengar suara keluargaku ,anak anaku,dan para kerabatku karena hari ini aku berpisah dengan mereka sampai hari kiamat'.

Ketika mayit dipikul dan melangkah dari rumah 3 langkan,ruh itu berseru dengan suara yang dapat didengar semua makluk kecuali jin dan manusia.Ia berkata ' Hai para kekasihku,hai saudara2ku hai anak2ku jangan sampai kamu terbujuk oleh dunia sebagaimana dia telah membujukku dan jangan sampai kalian dipermainkan oleh zaman sebagaimana dia mempermainkan aku dan ambillah hikmah dariku.Sesungguhnya aku meninggalkan apa yang aku kumpulkan untuk ahli waris ku,dan aku tidak membawa sesuatu apapun dan atas dunia dimana Allah menghizabku sedangkan engkau bersenang senang dengannya dan engkau tidak mendoakan ku.

Ketika jamaah mensholati mayit dan sebagian ahli keluarga dan kerabatnya meninggallkan mushola,ia berkata 'Demi Allah,hai saudara2ku,sesungguhnya aku tahu bahwa mayit akan dilupakan oleh orang yang hidup akan tetapi jangan lupa jangan cepat2 pulang sebelum engkau menguburku hingga engkau melihat tempatku.hAI saudara2ku sesungguhnya aku tahu bahwa mayit lebih dingin dari aair yang dingin (zamharir) dalam hati orang orang yang hidup akan tetapi jangan cepat cepat pulang'.

Ketika mereka meletakkan mayit disisi kubur ,ia berkata lagi 'Demi ALLAH HAI jamaah ku dan saudara saudaraku sesungguh nya aku mendoakan mu semua,akan tetapi engkau tidak mau mendoakan aku'. Lalu ketika mayit diletakkan kedalam liang lahat ia berkata ' Demi ALLAH hai ahli warisku tidak aku kumpulkan harta yang banyak dari dunia kecuali aku tinggal kan untuk kalian,maka ingatlah kalian kepadaku dengan banyak berbuat kebajikan.Dan aku telah mengajarkan kalian al-qur'an dan tata krama ,maka jangan lah kalian lupa mendoakanku'.

Semua orang pasti akan mengalami penderitaan orang yang meninggal dunia.Sebab Allah telah menggariskannya.

'Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS.Al-Anbiya :35)

"Berziarah kemakam waliullah"

erkata Al Habib Abdullah Bin Muhsin Al Attos di dalam menerangkan tentang berziarah kepada para wali, beliau menjelaskan bahwa keajaiban itu sendiri bukan bagian dari tasawuf, lebih lanjut beliau berkata : “Sebenarnya rahasia dan hikmah kofiyah yang dikenakan kepadamu oleh seorang wali adalah bertalian dengan tubuh si wali. Sedangkan tubuh si wali bertalian dengan hatinya. Sedangkan hatinya bertalian dengan salah satu hadirat dari hadirat-hadirat salah satu nama (Asma) Allah Ta’ala”.

Jadi, kaitan dan pertaliannya bersambung dari situ sampai ke hadirat yang menjadi tempat di mana hati si wali berada. Begitu juga ketika anda berziarah kepada salah seorang wali dari kalangan wali-wali Allah Ta’ala. Artinya, anda berziarah ke tanah di mana terdapat tindakan-tindakan dan amal-amal shalihnya. Sudah tentu amal-amal itu akan di sambut oleh salah satu Asma Allah Ta’ala, sebagaimana di kisahkan tentang lelaki yang menjadi pembantu Syekh Abdullah Ba’alawi, lantaran kecendrungannya pada persoalan kubur dan hikmahnya. Oleh karena itu orang-orang yang berziarah ke pekuburan kaum shalihin, artinya mereka menziarahi derajat-derajat mereka di sisi Allah. Bukan berziarah kepada pribadi dan bangkai mereka sebagaimana anggapan orang-orang wahabiyah.

Misalnya, dinyatakan kepada anda, bahwa ini adalah kuburan seorang wali. Lalu andapun menziarahinya dengan keyakinan bahwa ia adalah seorang wali Allah, niscaya anda akan memperoleh kekuatan darinya, meskipun ternyata bukan wali. Sebab, tujuan anda berziarah kepadanya adalah terhadap derajatnya, maka yang menyambut anda adalah derajatnya atas dasar keyakinan anda bahwa ia adalah wali. Sekiranya di katakan kepada anda, bahwa yang anda ziarahi itu adalah kuburan seorang kafir, apakah anda akan berziarah untuk kedua kalinya?.

Dari situ anda dapat ketahui, bahwa anda tidak menziarahi pribadinya, tetapi derajat yang menjadi pangkatnya, yaitu derajat kewaliannya. Yang anda yakini itulah yang menjadi penyebab di larang atau di bolehkannya berziarah.

Oleh karena itu, andapun mengetahui bahwa Nabi SAW. Pada awalnya melarang ziarah kubur, kemudian pada masa berikutnya justru memerintahkannya. Karena yang merupakan dasar penyebab pertama kali larangan itu adalah bahwa banyak dari kalangan para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum, sebelum munculnya islam, bapak-bapak dan keluarga mereka terdiri dari orang-orang kafir. Mereka saling menziarahi di sebabkan di antara mereka itu adalah orang tua dan kerabat sendiri. Ketika Rasulullah SAW melarang berziarah kepada mereka Karena status mereka (yang mati) adalah orang-orang kafir. Tatkala muslim sudah sekian banyak dan sudah banyak pekuburan yang berisikan muslim, beliau memerintahkan para sahabat agar berziarah, dan bersabda : “Dahulu saya melarang kalian untuk tidak berziarah kubur. Sekarang berziarahlah!”.

Syfa ala nabi

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَّ كَانَ يَقُوْلُ لِلْمَرِيْضِ بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا يُشْفىَ سَقِيْمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا ( صحيح البخاري

“ Berkata Ummul Mu’minin Aisyah RA : Sungguh Nabi SAW berdoa untuk yang sakit ; Dengan Nama Allah , dengan tanah bumi kami, dan air liur di antara kami, sembuhlah yang sakit dari kami dengan izin Tuhan kami”. ( Shahih Al Bukhari )

"Sampailah kita pada hadits mulia ini, dimana Rasul SAW menunjukkan kemuliaan pada semua yang ada di alam semesta ini mengandung keberkahan, tanah bumi, air liur. Rasul SAW mengobati orang sakit dengan menaruhkan ibu jarinya di lidahnya seraya berdoa :

بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا يُشْفىَ سَقِيْمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

(Bismillah/Demi Nama Allah dg Tanah Bumi Kami, dengan air liur sebagian dari kami, sembuhlah yg sakit dari kami, dengan izin Tuhan Kami)

Lantas menempelkan ibu jarinya di lidahnya, kemudian menyentuhkannya ke bumi lalu mengusapkannya pada yang sakit.

Hadirin hadirat…
Hujjatul Islam wa barakatl anam Al Imam An Nawawy di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari mensyarahkan makna, bahwa tanah itu mempunyai kemuliaan penyembuh, kenapa Sang Nabi menyentuhkan ke tanah, karena asal muasal manusia dari tanah, dan disentuhkan pula pada air liur, ada apa dengan air liur, air liur yang sudah di lewati doa dan zikir itu mulia dan bisa membawa keberkahan, karena ucapan beliau :

بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا

“ Dengan air liur sebagian dari kami “, lalu disentuhkan ke bumi kemudian diusapkan, itu untuk menyembuhkan. Makna dari hadits ini kita (saya) sampaikan adalah semua yang ada di alam ini jika disentuh dengan kemuliaan mengandung keberkahan dan kemuliaan. Demikian pula Al Imam An Nawawy Hujjatul Islam wabarakatul Anam menjelaskan di dalam syarah An Nawawiyah di dalam Shahih Muslim, bahwa bertabarruk dan mengambil barakah dari bekas sentuhan para shalihin adalah hal yang mustahab fiihi ( dianjurkan ) dan ini adalah salah satu dalilnya. Jadi, hadirin hadirat..ketika air minta di doakan tidak harus pada shalihin, semua muslim juga bisa mendoakan air. Doakan untuk sahabatmu yang sedang sakit, untuk sahabatmu yang sedang terkena musibah doakan air dengan surah Al Fatihah, boleh tidak? Boleh, siapapun boleh tidak harus para shalihin, tidak harus para ulama’ tapi kalau para ulama’ atau para shalihin tentunya afdhal.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah..
Hal seperti ini adalah hal yang mulia dan terbukti dalam ilmu pengetahuan. Tentunya sering kita dengar bahwa Prof. Massaro Emoto yang ketika meneliti air itu berubah menurut emosi orang yang di dekatnya, kalau dilihat dengan mikroskop dg skala tertentu air yang dekat dengan orang yang sedang marah atau mencaci maki maka air itu berubah wujudnya menjadi buruk, sebaliknya jika orang berhati senang, tenang dan damai maka air itu akan berubah wujudnya menjadi lebih indah jika dilihat dengan mikroskop dengan skala tertentu. Hal ini dengan emosi kita air bisa berubah, lebih-lebih lagi dengan doa kalimatullah al ‘ulya (Al Ulya : Luhur dan Mulia).

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah…
Demikian indahnya sunnah Nabi kita Muhammad SAW, dan kelembutan Allah SWT itu mencapai untuk seluruh makhlukNya, bukan hanya manusia tapi seluruh makhlukNya diperhatikan dan dilihat oleh Allah SWT.

Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari, diceritakan oleh Sayyidina Muhammad SAW ketika salah seorang nabi dari Bani Israil yang sedang duduk di bawah pohon, maka ia digigit seekor semut, seekor semut menyakitinya, nabi itu bangun dari tempat duduknya dan memerintah rakyatnya untuk membongkar sarang semut itu dan membakarnya, karena perbuatannya benar secara syariah, kenapa benar? karena semua hewan yang yang mengganggu manusia halal dibunuh, namun kita lihat bagaimana teguran Allah kepada Sang Nabi bersama nabi itu, ini bukan Nabi Muhammad tapi nabi yang diceritakan oleh Nabi Muhammad SAW seorang nabi sebelum beliau. Maka Allah mengirim Jibril dan menegur nabi itu seraya berkata :

فَهَلاَّ نَمْلَةٌ وَاحِدَةٌ

“ Bukankah cuma seekor semut saja? ” yang berbuat kenapa dibakar semuanya.

Seekor semut pun diperhatikan oleh Allah SWT nasibnya, satu yang berbuat kenapa semuanya di bunuh??, demikian teguran Ilahi. Al Imam Ibn Hajar di dalam fathul baari menjelaskan bahwa perbuatan sang nabi itu benar, karena secara syariah semua hewan yang membahayakan manusia boleh dibunuh, tapi adalah didikan kelembutan dari Ilahi khusus untuk nabi itu untuk memberi pelajaran pula kepada kita bahwa bagaimana lembutnya Allah SWT pada seluruh makhlukNya.

Menanti Jodoh Datang Menjemput.....

Seorang wanita bertanya" Apakah keturunan mewariskan perihal jodoh.
Kakaknya sudah berumur 35 tahun masih belum menikah.dan usianya sendiri udah 25 tahun dan masih belum punya teman".

Tidak ,jodoh tidak ada kaitannya dengan keturunan. Hanya aja belum sampai pada waktunya.
Ia bagaikan menanti jembatan untuk kesebrang,kalau panjang jembatannya jauh pula perjalanan kita.
Ada orang jodohnya cepat., karna jembatannya singkat.
Usia 25 tahun rasanya belumlah terlalu singkat dan usia 35 tahun belum apa-apa kalau sepanjang usiannya itu
telah di gunakan untuk membina kecemerlangan.
nyatakanlah perasan dan keinginnan anda
Biar lambat jodoh asalkan mendapatkan Mr.right.dan biar seorang diri ..dari pada menjadi mangsa lelaki yang tak beriman di kemudian hari nanti.

Memang kita mudah tersilap menafsirkan kehidupan ini.kita selalu menyangka,aku pasti bahagia kalu mendapatkan ini.Hakikatnya....apa bila kita benar-2 mendapatkan apa yang kita inginkan itu.ia juga datang bersama masalah .

Kita selalu melihat orang mengendarai mobil mewah,dan dalam hati kita berkata: bahagianya orang itu
hakikatnya...apa bila kita sendiri memiliki mobil mewah kita di timpa berbagai masalah.tidak mustahil pula orang mengendarai mobil mewah (walaupun sebenarnya tak mewah ) terpaksa membayar lebih .....tatkala berhenti mau beli durian di tepi jalan.
orang lain dengan harga biasa,tapi dia terpaksa membayar berlipat ganda.

Bukan semua yang anda sangka membahagiakan itu bener2 membahagiakan. bahagia mungkin juga ada tapi deritanya juga datang bersama-sama.
Semua benda ada baik dan buruknya demikian juga pernikahan.
Dia baik karna di benarkan oleh agama,sunah nabi,sebagai saluran yang benar.Tapi dia juga buruk sebab banyak orang yang menilh hidupnya semakin tak terurus.

Berapa banyak kah orang-orang yang menyesali perkawinan....
pada hal dulunya mereka mati-matian membina janji ,memupuk cinta kasih.malah ada yang sanggup berkorban apa aja asalkan segala impian menjadi nyata.

Jika tidak sanggup untuk bergelar istri tidak usah menikah dulu,jika merasa dirinya belum cukup ilmu untuk bergelar ibu ataupun ayah......belajarlah dulu.
Jika rasanya belum bersedia untuk bersabar dengan masalah anak-2 carilah kesabaran itu.
Jangan menikah dahulu sebab banyak kenyataan yang tak bersedia melangkah tetapi telah melompat akirnya jatuh terjerumus dengan tak berjumpa akar berpaut tatkala ingin coba naik lagi

Menikah itu indah bagi yang bener-2 mengeti tuntutannya.
menikah itu menjanjikan pahala yang tak putus-putusbagi yang menjanjikan gelangang untuk mengukuhkan iman. Mencintai tuhan dan menjadikan surga sebagai maklumat.

Menikah demi Tuhan dan nabi-Nya bukan menikah karna perasaan datang mengikuti kebiasaan .
Jodoh tak usah terlalu di di risaukan ,tiba waktunya ia akan menjemput,namun perlu juga membuka lorong-lorongnya agar jemputan mudah sampai dan tidak terhalang.

diambil dr:http://enypri.blogspot.com/2006/09/menanti-jodoh-datang-menjemput.html

Silaturahmi yang terkontaminasi Bagikan

Umumnya bangsa Indonesia terutama warga muslimin banyak yang menyelenggarakan halal bihalal, menjadi tradisi dan kegiatan rutin tahunan, setiap bulan Syawal.
Halal bihalal intinya adalah silaturahim, bermakna menjalin dan merawat hubungan cinta dan kasih sayang yang harmonis. Bila dalam keluarga memperkokoh sakinah mawaddah warahmah. Bila di luar keluarga juga menguatkan dalam persaudaraan, persahabatan atau pertemanan yang konon diramaikan setelah iedil fitri, saling memaafkan kesalahan yang satu dengan yang lainnya.
Saling bermaafan satu sama lain konotasinya menunjukkan terlepas dari dosa baik yang terasa maupun tidak.
Sifat yang paling baik dalam Islam adalah memberikan makanan serta memberi salam (assalamu alaikum) baik kepada orang yang kita kenali atau pun tidak dikenal 24), Apabila dari kedua muslim bertemu kemudian mereka berjabat tangan, maka oleh Allah diampuni dosanya sebelum mereka berpisah).
Adalah kewajiban bagi semua mukmin untuk menjalin silaturahim. “Tidak akan masuk Syurga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturrahim)” 1507).Bahwa seseorang tidak dikatakan beriman atau tidak sempurna imanya bila tidak mencintai saudaranya atau jiran tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri, 28, 29). Selamatkanlah diri kamu dari Neraka, janganlah merasa selamat dari azab Allah dengan sebab mempunyai hubungan kerabat denganku melainkan kamu menjalinkan hubungan silaturahim iaitu Islam. Tentu aku akan menguatkan hubungan itu dengan hubungan yang kuat iaitu ihsan120), berbuat baik (3:92).
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka: 1. hendaklah dia berbuat baik kepada jiran tetangganya, 2. hendaklah dia memuliakan para tetamunya, 3. hendaklah dia bercakap hanya perkara yang baik atau diam 31). Sifat orang Islam yang paling baik adalah yang menyelamatkan orang-orang Islam dengan lidah dan tangannya 25). Hal ini termotivasi disamping untuk mengikuti dan mentauladani Nabi, sekaligus juga akan menambah keakraban dalam keluarga, bersahabat atau berteman sekaligus juga akan“Barangsiapa yang menginginkan rezekinya dimudahkan dan usianya dipanjangkan, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim” 1508). Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lain. Dia tidak boleh menzalimi dan dizalimi atau menyusahkannya. Barang siapa yang mau memenuhi hajat saudaranya, maka Allah pun akan berkenan memenuhi hajatnya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan kepada seorang muslim, maka Allah akan melapangkan salah satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan Hari Kiamat nanti. Barang siapa yang menutup keaiban seseorang muslim, maka Allah akan menutup keaibannya pada Hari Kiamat (1519).
Bahwa tiap muslim adalah saudara. Seperti bangunan yang satu dengan yang lain saling mengokokohkan bagaikan satu tubuh, bila organ satu yang sakit maka yang lain ikut merasakannya, dan ikut membantunya. (49:10). Perumpamaan orang mukmin 1523) (contoh bila kaki kesandung maka sepontan mulut kita mengaduh, meneteslah darah di kaki, kepala jadi pusing dan akhirnya sekujur badan jadi meriang, demam.....
Kendalanya apabila datang ujian kepada kita maka hubungan silaturahim terkontaminasi atau terinfeksi (eleminasi) sehingga muncul tidak harmonis lagi, bahkan tidak sedikit menjadi putus hubungan. Adapun kendala itu sesungguhnya berasal dari nikmat, lalu kita tidak pandai mensyukurinya sehingga berubah dari nikmat menjadi laknat (14:7, terjadi mis understanding, kemudian perselisihan, lalu menjadi permusuhan dan tidak menutup kemungkinan menjadi pertumpahan darah).
Kendala tersebut merupakan permasalahan pada umumnya yang muncul dalam kenyataan kita, tidak semulus dari apa yang kita harapkan (putus silaturahim, menjadi rusak) , antara lain:
1. bertambahnya kekayaan, maka akan menambah pula kesibukan dari segala urusannya sehingga, waktu jadi berkurang, dan mempengaruhi sikap mental pribadinya:
a. Waktu menjadi kurang, yang pada akhirnya semakin lama, dan lama kelamaan mengakibatkan jadi Malu untuk bertemunya. b. Kendaraan bisa juga menjadi kendala, alasan macet, takut lecet, atau rusak. c. Adakalanya takut direpotin atau dimintain, karena dipandangnya akan mengurangi kekayaannya.
d. Malu ini bisa muncul juga karena berubah sikap, dari meningkatnya status sosial sehingga menganggap tidak selevel lagi dengan yang lain makanya tidak mau ketemu....gengsi dong. Masa saya harus datang ke tempat dia, saya tidak butuh sama dia...
2. meningkatnya karir dalam jabatan misalnya menjadi presdir pada suatu perusahaan, dirjen, irjen, menteri sebuah departemen dan paling tinggi presiden.
a. Birokratis, bisa merusak silaturahim dan tidak bisa dipungkiri, harus ada jalur dan prosedurnya (janganan persahabatan, saudarapun bisa putus)
b. Protokoler berkaitan dengan jadwal acara pejabat harus ada perjanjian, tidak mudah ketemu apalagi tidak jelas surat rekomendasinya
c. Privasi dan keamanan, terutama seolah-oleh menyangkut harga diri
bila datang dianggap tidak relevan dengan pekerjaan apalagi belum janjian, maaf tidak ada waktu
3. dan kemiskinan yang menjerat dalam hidupnya. Kemiskinan identik dengan kesusahan dan penderitaannya yang membuat jadi malu dan kaku tidak mudah berhubungan,
a. mungkin dia menyadari kemiskinnanya dengan menjaga diri dari penghinaan dan celaan
b. atau dia memaklumi kesibukan orang kaya atau pejabat sehingga tidak mau merepotkan orang kaya atau pejabat
c. kadang dia tidak mau berhubungan karena malu, apalagi kalo dia datang disangka mau meminta sesuatu. Semoga kita dapat merawat

CARA MENGHINDARI MUSIBAH

Semua kejadian di alam semesta merupakan takdir Allah. Takdir itu sudah ditentukan jauh sebelum kejadian itu terjadi. Takdir itu tidak ada yang mutlak jelek, pasti ada kebaikannya, walaupun kebaikannya belum tentu diperoleh bagi yang mendapat musibah, bisa jadi orang lain yang mendapatkannya.

57:22-23 = semua bencana, semua kejadian sudah tertulis di Lauh Mahfuz
9 : 51 = semua sudah ditetapkan Allah
15 : 4 = semua sudah ditentukan.
17:58 = Allah binasakan sebelum kiamat.
42 : 30-31 = musibah oleh tanganmu sendiri, Allah banyak memaafkan, kalau Allah tidak memaafkan tentu kita sudah hancur semua.
17:16 = dibinasakan suatu negeri
17:17 = kaum Nabi Nuh juga dibinasakan (jadi dari dulu Allah sudah membinasakan), kalau Allah menghancurkan maka yang alim kena dan yang dzolim juga kena.
8 : 25 = karena yang alim tidak mau mengingatkan yang dzolim.

CARA MENGHINDARI MUSIBAH ada 5 :
1. Yang mau mengingatkan pasti selamat!
Mengingatkan apa? Mengingatkan saudara2 kita untuk tidak melakukan kemaksiatan, jangan berbuat maksiat, misalnya yang korupsi diingatkan, yang berzina diingatkan, yang buka2 aurat diingatkan juga, jadi harus beramar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan mencegah kemaksiatan).
Firman Allah “Kami selamatkan mereka yang mengingatkan”
Dalilnya ada di QS 7 : 163 -165 = kisah Bani Israil.

2. Menghidupkan sunnah Rasul.
Dalilnya di QS 8 : 32-33
Orang kafir kuraish minta di azab, tapi di jawab oleh Allah : “Allah tidak akan mengazab selama Nabi ada dikalangan mereka”.
Jadi selama ada Nabi, Allah tidak mengazab. Nah, kalau sekarang Nabi kan sudah tidak ada di kalangan kita, bagaimana caranya? Caranya kita harus meng-hidup2kan sunnah Rasul.

3. Banyak beristighfar.
Allah tidak mengazab bagi mereka yang banyak mohon ampun kepadal Allah.
Dalilnya di QS 8 : 33
Perbanyaklah istighfar, punya salah ataupun gak punya salah tetap saja istighfar. Karena istighfar itu dapat menolak bala.
Istighfar itu manfaatnya banyak sekali, diantaranya adalah :
71 : 10, 11, 12 = diampuni dosanya, diberi hujan, dapat memperbanyak harta dan anak, kebun.

4. Bersyukur
4 : 147 = kalau bersyukur bertambah nikmatnya
14 : 7 = kalau bersyukur dapat nikmat yang banyak, kalau ingkar nikmat maka azab yang berat (sangat pedih).
Infak itu mudah dan nominalnya kecil sekali lho...hanya 1/40, contoh kalau 4 juta, maka infak kita hanya seratus ribu (kecil lho!)
Ingat lho...kalau kita gak mau infak nanti akan diganti dengan generasi baru, generasi yang lain......lihat ayatnya di QS 47 : 38 = Kalau kikir akan diganti dengan generasi yang lain.
Bagaimana caranya menggantinya? Bagi Allah sangat mudah, dihancurkan dulu generasi yang kikir.
Sedekah itu juga sebagai penolak bala.
34 : 39 = kalau kita infak, maka Allah akan menggantinya.
KITA TIDAK AKAN RUGI KALAU KITA BERINFAK, karena Allah akan menggantinya. Percaya enggak kalau apa saja yang kita infakkan, Allah yang menggantinya? ZAKAT juga begitu, yang zakat berarti melipat gandakan hartanya.
Kalau sudah nisob ya bayar zakat, kalau belum cukup nisob ya...berinfaklah!
30 : 39 = riba itu tidak menambah harta, tapi dengan zakat justru melipat gandakan harta.
Zakat itu bisa juga membersihkan harta.
9 : 103 = petugas zakat harus aktif (kirim surat, datang langsung untuk mengambil zakat).
Hati orang yang zakat jadi suci.
Hati orang yang miskin jadi bersih, tidak ada rasa iri dengki.
Kalau kita-kita yang mampu gak pelit, maka yang miskin jadi senang, walaupun mereka tetap miskin.
Bersyukurlah dengan jalan mengeluarkan infak/zakat.

5. IMAN
4 : 147 = Iman itu penyelamat.
Cara menyelamatkan bagaimana? Tidak sulit bagi Allah, lihat di 64 : 11
Semua musibah yang terjadi dengan ijin Allah. Allah menyelamatkan orang2 yang beriman dengan memberi petunjuk kepada hatinya.
…dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (6:59)